Sekolah
adiwiyata adalah Sekolah yan peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan
yang indah. Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di
sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah
lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita. ADIWIYATA berasal dari 2 kata
sansekerta yaitu ADI dan WIYATA. Adi sendiri mempunyai arti yaitubesar, agung,
baik, ideal atau sempurna. Sedangkan Wiyata mempunyai arti tempat dimana
seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika. ADIWIYATA artinya
tempat yang besar, agung, baik dan indah yang dimana tempat itu digunakan oleh
seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika.
SMA
N Jumapolo kini sudah menjadi sekolah ADIWIATA yaitu sekolah yang peduli
lingkukangan.Setiap depan kelasnya pasti ada tempat sampah 2 jenis, tempat
sampah organik dan anorganik Sekolah kami juga menerapkan 5R, yaitu:Senyum,Salam,Sapa,Sopan,
dan Santun yang merupkan simbol antar warga sekolah yang harus di budayakan.
Tujuan Adiwiyata
Tujuan Umum
Membentuk
sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan
melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan
bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang
Tujuan Khusus
Mewujudkan
warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan
lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung
pembangunan berkelanjutan.
. Prinsip-prinsip Dasar Program Adiwiyata
1. Partisipatif
Komunitas
sekolah terlibat dalam manjemen yang meliputi keseluruhan proses
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran.
2. Berkelanjutan
Seluruh
kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara
komprehensif.
Komponen Adiwiyata
Untuk mencapai
tujuan Adiwiyata ada empat komponen program yang merupakan satu kesatuan
yang utuh.
- Kebijakan Berwawasan
- Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
- Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipasif
- Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
Keuntungan Program Adiwiyata
- Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah
- Meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi
- Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi bejar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif
- Menjadikan tempat pembelajaran nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan bemar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar
- Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan sekolah
Konsep 5 R dalam
Lingkungan
Cara
Menerapkan
Konsep
5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaitu Reduce
(Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang), Replace
(Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali).
Berikut ini
dijelaskan tentang konsep 5 R:
1.
Recycle
Recycle
atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada
perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah
materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan
mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos.
2.
Reuse
Reuse
atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan
yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang
umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi
dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah
menggunakan baterai isi ulang.
3.
Reduce
Reduce
atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang
dapat mengurangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang
berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan
berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau
refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah
tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan
untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.
4.
Replace
Replace
atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau
memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat
digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang
mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik
atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari
kain.
5.
Replant
Replant
atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna
melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di
pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah
dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar
rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global.
Dengan
menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam
melestarikan dan memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar.
Teknik Pembuatan
Kompos
Berikut ini cara pembuatan pupuk yang ramah lingkungan yaitu pupuk kompos
yang berasal dari sampah tanam-tanaman.dan sampah rumah tangga Karena
sampah tanam-tanaman dan sampah rumah tangga kalau di biarkan akan menimbulkan
penyakit, maka sampah tersebut akan di jadikan Pupuk Kompos yang tadinya sampah
sekarangf jadi pupuk.
Caranya
:
1. Kumpulkan sampah 500 kg yang
organik dan nonorganik sampah
2. Sampah sampah ini di potong kecil-kecil
baik secara manual maupun memakai mesin pemcacah sampah ,
3. Sampah yang terpotong kecil dicampur dedak 1
kg hingga rata ,
4. Setelah itu masukkan 20 mm EM 4
yang merupakan bakteri Fermentasi dan di campur dengan 20 mm Molase dan air
tanah, air tanah mutlak diperlukan karena mempertahan kan mikroba yang
diperlukan untuk kesuburan tanaman, campuran bahan kimia tersebut dipercikkan
kedalam sampah yang bercampur dedak, kelembaban sampah harus dijaga hingga
mencapai 40 % kandungan air.
5. Setelah selesai sampah di masukkan kedalam
tong/karung selama 5 hari dengan kondisi suhu sampah 500° C setelah dua hari
kemudian sudah terjadi Fermentasi dan pupuk kompos telah siap di gunakan .
Sampah harus terlindung dari hujan dan sengatan matahari jika di taruh dalam
ketinggian maksimal 40 cm maka sampah akan berubah jadi pupuk Kompos
6. Kompos siap untuk dipakai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar